Konstruksi

Mengenal Revetment Konstruksi Pelindung Pantai

Mengenal Revetmet Konstruksi Pelindung Pantai

Revetment merupakan salah satu bangunan pelindung pantai untuk mencegah pengaruh buruk erosi dengan kebutuhan data-data tertentu.

Apa Itu Revetment?

Revetment merupakan salah satu bangunan yang difungsikan sebagai break water atau dinding pantai. Kegunaannya adalah sebagai pemisah antara perairan yang ada di pantai dengan daratan.

Selain itu, keberadaannya bisa sekaligus melindungi pantai dari pengikisan dan limpasan pada gelombang menuju daratan. Tempat daerah terlindung merupakan daratan berada di belakang bangunan.

Bagaimana Perencanaan dalam Revetment Secara Umum?

Perencaan revetment memerlukan perhatian dengan adanya kemungkinan terjadinya pengikisan di bagian bawah atau kaki bangunan. Tingkat keparahan erosi yang mungkin terjadi ini bergantung pada bentuk sisi pada bangunan. Selain itu, keadaan gelombang dan sifat tanah dasar juga turut berpengaruh.

Baca juga:

Harga Tetrapod

Dalam perencanaannya, maka terdapat beberapa kebutuhan data. Beberapa diantaranya meliputi data angin, peta bathimetri dan data informasi mengenai pasang surut. Penggunaan setiap data tersebut meliputi :

  1. Data Angin
    Data ini memiliki manfaat untuk mengetahui detail informasi berkaitan dengan tingkat kecepatan angin yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya gelombang dan lamanya waktu gelombang berada di lokasi.
  2. Peta Bathimetri
    Peta jenis ini dimanfaatkan sebagai informasi gambaran spasial untuk mengetahui kondisi tingkat kedalaman laut yang berada di lokasi pusat pembangunan bangunan pelindung.
  3. Data Pasang Surut
    Pemanfaatan data pasang maupun surut air laut untuk mengetahui nilai ketinggian air paling tinggi dan terendah untuk perencanaan bangunan terutama pelindung pantai. Hasil analisis dari peta ini dapat dijadikan sebagai bahan perencanaan dimensi pada revetment yang tepat dengan keadaan di tempat.

Peranan revetment sendiri adalah sebagai bangunan untuk menghindarkan pantai dari kerusakan akibat abrasi maupun membatasi energi pada gelombang yang sampai ke daerah pantai.

Selain itu, keberadaan bangunan ini juga dapat mengubah kelajuan pengendapan di sepanjang garis pantai. Terdapat beragam bangunan pelindung pantai atau revetment saat ini.

Baca juga

Harga Ready Mix

Beberapa diantaranya yaitu, beton, turap, pasangan batuan dan kayu. Tidak hanya itu, tiap-tiap bangunan memiliki bentuk sisi yang berbeda mulai dari sisi tegak, bertangga, melengkung maupun miring.

Untuk struktur bangunan dinding pantai sendiri difungsikan untuk membatasi abrasi serta limpasan. Penempatannya dapat disejajarkan maupun hampir pada garis pantai sesuai bagian.

Baca juga:

Jenis sheet pile

Bagaimana Perhitungan Revetment?

Perhitungan pada dinding bangunan membutuhkan data-data perencanaan struktur revetment. Beberapa diantaranya meliputi :

  • ketinggian gelombang pada lokasi
  • lamanya gelombang secara signifikan
  • panjang gelombang
  • ketinggian air pasing tertinggi
  • data air pasanga paling rendah
  • air pasang rata-rata
  • ketinggian dasar
  • berat jenis air laut
  • berat jenis batu
  • kemiringan pada dasar laut
  • ketinggian gelombang yang pecah
  • tingkat kedalaman gelombang pecah.

Perencanaan dimensi pada revetment memerlukan data-data mengenai bahan material yang digunakan. Beberapa diantaranya meliputi, berat jenis batu, koefisien lapisan, jumlah lapisan butur batu, kemiringan bangunan, porositas, berat jenis air laut dan kefisien stabilitas pada bangunan.

Baca juga:

Harga U Ditch

Satbilitas Beban Aliran Revetment

Terdapat dua pendekatan yang dianggap tepat dalam penentuan tingkat keseimbangan material revetment, terutama bahan yang dikenai oleh aliran pada gelombang. Salah satu pendekatan didasarkan atas jenis beban yaitu kecepatan aliran.

Kecepatan untuk aliran arus secara mendatar dengan jenis alirannya paralel dan sejajar tanggul. Stabilitas ini memiliki beberapa parameter diantaranya meliputi:

  1. Parameter Stabilitas
    Parameter ini dipengaruhi oleh penerapannya di lapangan. Terdapat beberapa data yang diperlukan meliputi, debit aliran dengan pergerakan menuju bawah lereng yang sangat curam, aliran stabil dan mengalir tanpa menghasilkan gelombang.
    Parameter ini dipengaruhi oleh tipe turap, lapisan atas menerus dan tepi geosiste, dan persambungan. Tipe turap meliputi, blockmats, riprap dan blok beton, serta geobags.
  2. Parameter Pelindung
    Parameter ini dapat memperhitungkan tipe material. Terdapat faktor-faktor untuk menentukan nilainya. Beberapa diantaranya meliputi, blockmats, penempatan blok dan riprap.
  3. Faktor Turbulensi
    Tingkat turbulensi dapat dihitung dengan menggunakan faktor turbulensi. Terdapat paetunjuk dalam penilaiannya. Beberapa diantaranya meliputi, turbulensi normal dengan penopang pada dinding sungai, turbulensi sedang dengn tikungan serta posisi mencekung pada bagian hilir sungai.
    Sedangkan turbulensi besar berupa tikungan tajam dengan hydraulic jumps, hambatan lokal kuat dan beban yang diakibatkan pada semburan aliran air.

Selain parameter di atas, terdapat parameter lain dalam perencanaan pembangunan revetment seperti parameter kedalaman. Kedalaman air sangat penting untuk dihitung. Hal tersebut dikarenakan faktor kedalaman air dapat mempengaruhi kecepatan aliran rata-rata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *