Konstruksi

Hal Penting Pada Sistem Kantilever Dalam Konstruksi Jembatan

Hal Penting Pada Sistem Kantilever Dalam Konstruksi Jembatan

Bagian yang paling terpenting dalam pembuatan jembatan yaitu sebuah media penyangga, istilah ini dalam konstruksi disebut dengan kantilever atau (Cantilever bridge), Jembatan Kantilever biasanya dipergunakan untuk mengatasi masalah dalam teknis pembuatannya bila kondisi dalam keadaan tidak praktikal, hal ini dilakukan untuk menunda beban jembatan dari bawah saat pembuatan

Secara teknis pada saat impelementasi di lapangan terdapat beberapa metoda atau cara untuk mengatasinya, beriku tini kami kutip mengenai metoda sistem kantelever pada jembatan, jembatan umum, jalur kereta api maupun jembatan layang

Sistem Kantilever pada Jembatan

Sistem kantilever (Cantilever) adalah sebuah sistem balok pada jembatan yang dicor di lokasi proyek (cast insitu) maupun pemsangan menggunakan beton precast (dirakit), pemasangan ini dilakukan secara segmen demi segmen sebagai kantilever di kedua sisi agar saling mengimbangi (balance) atau satu sisi dengan pengimbang balok beton yang sudah dilaksanakan lebih dahulu. Pada sistem ini diperlukan kabel prestress khusus untuk pemasangan tiap segmen. Kabel prestress ini hanya berfungsi pada saat erection saja, sedangkan untuk menahan beban permanen diperlukan kabel prestress tersendiri.

Baca juga: Harga Ready Mix

Kelebihan dan Kekurangan Metoda Balance Kantilever

  1. Kelebihan metoda balance kantilever
    Pertama, gelagar jembatan dapat dibangun tanpa adanya kontak dengan tanah,dan memungkinkan untuk membangun jembatan di atas sungai dengan masalah utama arus yang deras.Metoda ini juga memungkinkan untuk membangun jembatan pada jurang yang sangat dalam. (baca juga perhitungan slab pada jembatan)

    Metode balanced cantilever dikembangkan untuk meminimalkan acuan perancah atau scaffolding yang diperlukan untuk pelaksaaan pengecoran secara in-situ. Tumpuan sementara (temporary shoring) terlalu mahal khususnya untuk kasus jembatan berelevasi tinggi dan penggunaan perancah yang melintasi sungai sangat beresiko, sehingga diatas jalan air yang padat, lalu lintas jalan atau jalan kereta api, penggunaan perancah sudah tidak ekonomis lagi. Metode konstruksi secara balanced cantilever diterapkan untuk menghilangkan kesulitan-kesulitan seperti ini.

  2. Kelemahan metoda balance kantilever
    Untuk bentang yang sama, jembatan yang dibangun menggunakan metoda ini lebih berat daripada struktur komposit. Metoda ini membutuhkan perletakan dan yang lebih besar dibandingkan dengan struktur komposit.

    Karena itu metoda balance kantilever kurang menarik khususnya saat pondasi cuma berkualitas sedang saja atau karena lapangan pekerjaan berada pada daerah gempa. Kelemahan lain proses pengerjaan jembatan yang lebih rumit,karena membutuhkan banyak peralatan berteknologi tinggi.

    Dan kebanyakan peralatan dan gelagar box girder ini (jika merupakan box gider pracetak) mempunyai ukuran yang sangat besar,karena itu untuk membawanya ke lokasi pekerjaan agaklah susah.Sehingga dalam proses pembawaan ke lokasi pekerjaan dapat mengganggu arus lalu lintas yang ada.

Metoda balance cantilever

Baca juga: Harga Pagar Panel Beton

Jenis-Jenis Metoda Konstruksi untuk Metoda Balance Kantilever

  1. Metoda balance cantilever dengan launching gantry
    Metoda ini digunakan untuk balok yang adalah hasil precast dan bukan hasil pengecoran in situ. Pada metoda ini digunakan satu buah gantry atau lebih yang digunakan sebagai peluncur segmen segmen mox girder yang ada.
    Kelebihan metoda ini antara lain:
    a. Tidak menggganggu lalu lintas yang ada di bawah pengerjaan jembatan tersebut
    b. Tidak memerlukan perancah
    c. Tidak memerlukan banyak tenaga kerja untuk pemasangan di lapangan
  2. Metoda balance cantilever dengan rangka pengangkat ( lifting frame )
    Pada dasarnya metode ini hampir sama dengan metode launching gantry. Perbedaaannya cuma pada jenis alat yang digunakan untukmengangkat segmen segmen jembatan nya.
  3. Metoda balance cantilever dengan crane
    Pada dasarnya metode ini hampir sama dengan metode lifting frame. Perbedaannya hanya pada jenis alat yang digunakan untuk mengangkat segmen segmen jembatan nya.
    Pada system ini digunakan crane untuk mengangkat tiap segmen.sedangkan pada lifting frae digunagan lifting frame untuk mengangkat tiap segmennya.
  4. Metoda balance cantilever dengan system fullspan ( bentang penuh )
    Pada metoda ini segmen yang diangkat adalah satu segmen penuh untuk satu bentang. Karena itu metoda ini hanya cocok untuk jembatan dimana jarak antar tumpuannya tidaklah besar.
  5. Metoda balance cantilever dengan form traveler method
    Metoda ini digunakan untuk pengecoran beton di tempat ( insitu ).pada metoda ini digunakan form traveler yang digunakan sebagai alat untuk membetuk segmen segmen jembatan sesuai kebutuhan.

Metode Konstruksi kantilever dengan form traveler

  • Install dan atur gantry
  • Install dan letakkan form traveler dan bekisting menurut elevasi yang tepat
  • Tempatkan penulangan dan saluran duck dari tendon
  • Pengecoran segmen
  • Install tendon penarikan dan lakukan stressing
  • Lepaskan bekisting
  • Majukan gantry pada posisi selanjutnya dan mulailah cycle yang baru.

Demikian informasi mengenai beberapa metoda dalam konstruksi yaitu Sistem Kantilever Dalam Konstruksi Jembatan, baik itu untuk jembatan umum, jalan layang dan juga jalur jembatan kereta api.

Sumber: Tugas Matakuliah Perancangan Jembatan oleh: Moh. Nur Sholeh Konten materi dikutip dari blog sistem kantilever pada jembatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *