Konstruksi

Inilah Daftar 5 Perusahaan Konstruksi Terbesar Indonesia

Inilah Daftar 5 Perusahaan Konstruksi Terbesar Indonesia

Pembangunan infrastruktur di Indonesia terasa begitu cepat tak lepas dari peran perusahaan konstruksi besar yang ada. Banyak pembangunan fasilitas-fasilitas yang digunakan oleh masyarakat mumpuni adalah berkat kerja keras perusahaan konstruksi terbaik yang memiliki pengalaman, sertifikasi dan bertanggung jawab penuh dengan proyek yang sedang dikerjakan. Berikut beberapa perusahaan konstruksi terbesar Indonesia

Penjelasan ini memang terlalu subjectif, karena tentunya masih banyak lagi perusahan-peusahaan konstruksi lainnya yang tidak kalah besarnya, pembuatan materi bukan sebagai pemberian ratting tertinggi, tetapi dilihat dari sisi umur perusahaan tersebut.

Daftar Perusahaan Konstruksi Terbersar di Indonesia

  1. PT Adhi Karya (Persero) Tbk

    PT Adhi Karya (Persero) Tbk

PT Adhi Karya dinasionalisasikan pada 11 Maret 1969 dari sebuah perusahaan Belanda yang bernama “Archictecten-Ingenicure-en Annemersbedrijf Associate Selle en de Bruyn, Reyerse en de Vries N.V” atau disingkat sebagai NV. Setelah dinasionalisasi, pemerinah bekerja keras untuk menjadikan Perusahaan Negara (PN) Adhi Karya berkontribusi untuk pembangunan Indonesia.

Baca Juga: Harga Pagar Panel Beton

Pada tahun 1974, PN Adhi Karya akhirnya berubah statusnya menjadi sebuah PT (Perseroan Terbatas). Seiring berjalnnya waktu, PT Adhi Karya juga sukses melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2004. Kini PT Adhi Karya memiliki beberapa anak perusahaan seperti Adhi Persada Beton, Adhi Persada Gedung, dan Adhi Persada Properti.

  1. Amarta Karya (Persero)

    Amarta Karya (Persero)

Salah satu Perusahaan kontruksi terbesar Indonesia selanjutnya adalah PT Amarta Karya. Perusahaan yang awalnya adalah dua perusahaan Belanda yang melakukan merger yaitu N.V Lindeteves Stokvis dan Fa. De Vries Robbie. Prose merger tersebut melahirkan sebuah perusahaan baru bernama N.V Constructive Werk Plaatsen De Vries Robbe Lindeteves atau disingkat sebagai Robbe Linde & Co.

Perusahaan Robbe Linde & Co ini yang akhirnya dinasionalisasi pada 1962, berubah namanya menjadi PN Amarta Karya, dan berubah lagi sepuluh tahun kemudian menjadi PT Amarta Karya. Dalam perkembangannya seiring berjalannya waktu, PT Amarta Karya yang menjadi BUMN ini memperluas usahanya ke bidang konstruksi sipil, elektrikal dan mekanikal.

  1. PT Brantas Abipraya (Persero)

    PT Brantas Abipraya (Persero)

PT Brantas Abipraya adala salah satu perusahaan kontruksi besar yang menangani proyek sipil dan lingkungan. Awalnya, PT Brantas Adipraya menangani proyek induk untuk pengembangan sungai Brantas, Jawa Timur. Kini perusahaan ini menjadi berkembang dan menjadi salah satu perusahaan konstruksi terbesar Indonesia.

PT Brantas Adhipraya juga memperluas usahanya ke berbagai bidang konstruksi seperti pembuatan jembatan dan jalan, elektrikal, property, jalan tol, gedung dan lain-lain. Perkembangan perusahaan ini juga menjadikannya sebagai Perusahaan General Contractor pada akhirnya. PT Brantas Adhipraya juga memiliki anak perusahaan, PT Brantas Energi yang terlibat dalam proyek hydro power.

  1. Hutama Karya (Persero)

    Hutama Karya (Persero)

Sama seperti PT Adhi Karya dan PT Amarta Karya, PT Hutama Karya juga merupakan perusahaan yang dinasionalisasi dari perusahaan asal Belanda. Perusahaan ini awalnya bernama Hollandsche Beton Maatshappij. Pada 1969, dilakukan nasionalisasi dan berubah namanya menjadi PN Hutama Karya. Pembuatan Gedung MPR/RI dan monument patung Dirgantara di Jakarta adalah salah satu karya pertama PT Hutama Karya.

Pada 1970, PN Hutama Karya berubah menjadi PT Hutama Karya setelah mengenalkan sistem kontruksi dari Swiss prategang BBRV dengan teknologi beton pra-tekan di Indonesia. Dalam perkembangannya, perusahaan ini juga mengembangkan sayap ke pembangunan infrastruktur lain seperti jalan tol, jembatan, gedung tinggi dan property.

  1. PT Nindya Karya (Persero)

    PT Nindya Karya (Persero)

PT Nindya Karya merupakan perusahaan yang diawali dari proses nasionalisasi perusahaan asal Belanda bernama N.V Nederlands Aannemings Maastchappij (NEDAM) pada tahun 1961. NEDAM berubah nama menjadi PN Nindya Karya, yang berubah lagi statusnya menjadi Perseroan Terbatas pada tahun 1969 melalui PP No.12.

Perusahaan yang kini berstatus BUMN ini bergerak di bidang usaha jasa konstruksi, engineering procurement construction (EPC), property, dan investasi. Beberapa hasil karya PT Nindya Karya di Indonesia antara lain Stadion Patriot di Bekasi, Hotel Horison Nindya di Semarang dan beberapa jembatan dan jalan laying di Indonesia. Perusahaan ini juga melahirkan anak perusahaan bernama PT Nindya Beton yang bergerak di bidang beton pracetak.

Perusahaan konstruksi terbesar Indonesia telah kita bahas seperti penjelasan di atas. Tidak hanya 5, sebenarnya masih banyak lagi perusahaan konstruksi di Indonesia yang termasuk besar. Kelima perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang paling sering kita lihat dan familiar di berbagai proyek pembangunan konstruksi di Indonesia.

Baca juga: Harga Baja Ringan

Peran Perusahaan Konstruksi

Berbicara mengenai konstruksi tentunya secara langsung terkait dengan bidang kemampuan teknik sipil dan arsitektur. Merupakan proses awal untuk terciptanya sebuah karya dalam pembangunan infrastruktur. Dalam bidang masing-masing sumber daya manusia (SDM) peran masing-masing bidang sangat menentukan, sebuah perusahaan konstruksi bertanggung jawab untuk membangun struktur, baik di sektor komersial maupun swasta.

Sebuah perusahaan konstruksi secara kolektif menginventarisir berbagai sumber daya untuk mendapatkan semua wujud bentuk struktur dengan proses yang efisien dan menyeluruh. Perusahaan konstruksi bukanlah entitas tunggal dan tidak hanya menjalankan satu peran, secara tidak langsung perusahaan konstruksi adalah agen multitasking berskala besar yang menggabungkan sejumlah sumber daya manusia dan teknik.

Baca juga: harga safety shoes

Untuk merancang sebuah bangunan, rumah, atau struktur, perusahaan konstruksi harus beroperasi seefisien mungkin. Biasanya, lokasi pekerjaan konstruksi (lokasi aktual di mana infrastruktur dirancang) dikelola oleh manajer proyek dan diawasi oleh seorang insinyur konstruksi, manajer konstruksi, dan arsitek proyek. Orang-orang ini mewakili hierarki perusahaan konstruksi. Pengawas dan manajer proyek menjelaskan jenis pekerjaan kepada para pekerja.

Back to list

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *